Jumat, 26 Desember 2008
Selasa, 16 Desember 2008
Selasa, 09 Desember 2008
Foto ini diambil pas aku sekeluarga ikut fun bike Hari Listrik Nasional tanggal 26 Oktober lalu yang diadakan oleh kantor tempat ayahku bekerja. Hadiah utamanya dua buah sepeda motor Honda. Tapi sayangnya aku tak mendapatkan satupun hadiah. Tapi ngga apa-apa yang penting aku senang bisa ikut meramaikan acara itu.
Makan es krim...hmmm.. nyam..nyam...
Senin, 08 Desember 2008
Akhirnya ketemu lagi

Hai semua.....
Lama banget kita nggak ketemu disini, kangeeeennn sekali rasanya. sudah berapa lama ya kita nggak ketemu ? mungkin sudah hampir sembilan bulan ya?
Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku ceritakan sama teman-teman semua, tapi kesempatan untuk nulis disini yang belum ada. Karena kelamaan nggak nulis disini akhirnya kelupaan deh paswordnya....setelah lama mengingat ingat eee..hari ini baru ketemu. Legaaaaa deh akhirnya bisa buka blog ini lagi.
Mulai sekarang aku akan berusaha menulis lagi biar ngga kelupaan lagi.
O ya temen-temen, aku sekarang sudah kelas dua SD lho....dan adikku sudah berumur 3 th. Makin bandel, makin lucu, dan makin pinter juga tentunya.
Hari ini tanggal 8 desember adalah hari raya idul adha.
Tadi pagi kami sekeluarga ke masjid sama-sama untuk sholat ied disana. Tapi bangunku agak kesiangan jadi berangkatnya agak terburu-buru. Untung belum terlambat kalau terlambat pasti aku diomeli sama ayah dan mamaku.
Habis sholat kami pulang dulu ke rumah buat sarapan. Usai sarapan kami pergi ke lapangan tempat dilakukan pemotongan hewan korban.
Sesampai disana aku melihat ada 16 ekor kambing dan 3 ekor sapi yang siap disembelih.
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam datanglah sebuah mobil kijang tua yang ditumpangi 3 orang bersarung. Ternyata mereka adalah orang yang bertugas memotong hewan korban yang sudah dari tadi ditungguin sama panitia.
Pertama - tama yang disembelih adalah sapi yang ukurannya cukup besar.
Dengan kaki diikat dan leher diikat juga si sapi ditidurkan di tanah. Setelah membaca doa pak panjagal mulai memotong leher sapi itu dan.... darah segar pun mengalir dari urat leher yang terpotong itu. Adikku ngga berani lihat. Dia rewel ngajak pulang.
Setelah menyaksikan sapi yang disembelih itu kami pulang karena adik sudah nggak bisa dibujuk lagi dan terus minta pulang.
Lama banget kita nggak ketemu disini, kangeeeennn sekali rasanya. sudah berapa lama ya kita nggak ketemu ? mungkin sudah hampir sembilan bulan ya?
Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku ceritakan sama teman-teman semua, tapi kesempatan untuk nulis disini yang belum ada. Karena kelamaan nggak nulis disini akhirnya kelupaan deh paswordnya....setelah lama mengingat ingat eee..hari ini baru ketemu. Legaaaaa deh akhirnya bisa buka blog ini lagi.
Mulai sekarang aku akan berusaha menulis lagi biar ngga kelupaan lagi.
O ya temen-temen, aku sekarang sudah kelas dua SD lho....dan adikku sudah berumur 3 th. Makin bandel, makin lucu, dan makin pinter juga tentunya.
Hari ini tanggal 8 desember adalah hari raya idul adha.
Tadi pagi kami sekeluarga ke masjid sama-sama untuk sholat ied disana. Tapi bangunku agak kesiangan jadi berangkatnya agak terburu-buru. Untung belum terlambat kalau terlambat pasti aku diomeli sama ayah dan mamaku.
Habis sholat kami pulang dulu ke rumah buat sarapan. Usai sarapan kami pergi ke lapangan tempat dilakukan pemotongan hewan korban.
Sesampai disana aku melihat ada 16 ekor kambing dan 3 ekor sapi yang siap disembelih.
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam datanglah sebuah mobil kijang tua yang ditumpangi 3 orang bersarung. Ternyata mereka adalah orang yang bertugas memotong hewan korban yang sudah dari tadi ditungguin sama panitia.
Pertama - tama yang disembelih adalah sapi yang ukurannya cukup besar.
Dengan kaki diikat dan leher diikat juga si sapi ditidurkan di tanah. Setelah membaca doa pak panjagal mulai memotong leher sapi itu dan.... darah segar pun mengalir dari urat leher yang terpotong itu. Adikku ngga berani lihat. Dia rewel ngajak pulang.
Setelah menyaksikan sapi yang disembelih itu kami pulang karena adik sudah nggak bisa dibujuk lagi dan terus minta pulang.
Selasa, 11 Maret 2008
Sakit itu nggak enak.
Ketika kita sehat, kita sering lupa kalau kesehatan kita itu adalah rizki yang harus selalu kita syukuri setiap saat. Sebab ketika kita sakit, baru kita akan menyadari betapa nikmatnya sehat.
Hari Rabu sore tanggal 5 Maret lalu, kami berenang bersama di kolam renang kompleks perumahan. Lagi seru-serunya renang bersama keluarga dan beberapa temanku tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Kami yang sudah terlanjur basah karena berenang tidak mempedulikan hujan yang turun saat itu. Kami masih terus berenang karena air kolam jadi terasa hangat.
Tapi air hujan yang dingin terus berjatuhan mengguyur seluruh kompleks atau bahkan satu kecamatan Paiton atau mungkin juga satu kota. Deras sekali dan kami tidak menghiraukannya karena keasyikan berenang. Tapi lama-lama tubuhku terasa menggigil kedinginan dan bibirku membiru gemeretak menahan dingin. Mama dan adik sudah mentas duluan dan mandi di shower room dengan air hangat. Tak tahan aku menahan dingin yang menusuk sampai tulang akhirnya kususul mama ke shower room untuk segera mandi dengan air hangat. Hujan masih terus turun belum ada tanda mau berhenti. Selesai mandi aku, adik dan mama duduk-duduk dulu di kafetaria dekat kolam sambil memesan kentang goreng dan nasi goreng. Karena lapar atau karena kedinginan yang bikin aku lahap sekali memakan hidangan yang ada sampai ludes.
Setelah menunggu hujan cukup lama dan nggak berhenti-berhenti akhirnya kami nekat pulang meski hujan belum reda. Suara adzan maghrib sudah berkumandang, pertanda hari sudah petang.
Besok paginya aku berangkat sekolah seperti biasa diantar mama. Pagi itu aku ngerasa badanku agak limbung dan aku minta dipakaikan jaket.
Usai pelajaran olahraga badanku terasa meriang dan suhu tubuhku tinggi. Lemas sekali rasanya tak berdaya. Oleh ustazah aku dibawa ke kasur kantin sekolahan disuruh istirahat. Akupun tertidur nggak ingat apa-apa. Tiba-tiba mamaku datang bersama ayah menjemputku ke sekolah. Dengan tubuh yang lemas tak berdaya aku digendong mama masuk mobil.
Sampai dirumah aku dikasih obat turun panas biasa. Mama khawatir sakitku karena kehujanan di kolam renang kemarin. Selain panas aku juga mencret-mencret beberapa kali.
Sorenya aku dibawa ke dokter anak,dr Made namanya. Karena datangnya sudah agak malam akhirnya aku mendapat urutan antrian nomor 15.
Jam 19.40 baru tiba giliranku diperiksa dokter. Kata dokter Made aku terkena infeksi pencernaan. Pak dokter memberiku beberapa resep obat untuk aku minum. Dan aku tidak boleh makan sayur dan buah dulu.
Duuh... nggak enak banget deh kalo sakit begini. Badan rasanya lemas, mulut terasa pahit dan nggak enak makan. Tidurpun sering mimpi yang aneh-aneh.
Ya Allah, kini aku tahu betapa kesehatan yang Engkau berikan begitu berharga dan tidak dapat digantikan oleh apapun.
Kuminum obat yang diberikan dokter dengan rutin sampai akhirnya aku merasakan badanku mulai membaik. Selama sakit aku nggak masuk sekolah. Hari Jumat ada ulangan 2 mata pelajaran, hari Sabtunya libur. Sampai hari Selasa aku baru masuk sekolah lagi.
Ya Allah lindungilah kami dari sakit, berikanlah selalu kesehatan kepada kami agar kami bisa beraktivitas seperti biasa. Terimakasih ya Allah yang sudah memberiku nikmat sehat.
Hari Rabu sore tanggal 5 Maret lalu, kami berenang bersama di kolam renang kompleks perumahan. Lagi seru-serunya renang bersama keluarga dan beberapa temanku tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Kami yang sudah terlanjur basah karena berenang tidak mempedulikan hujan yang turun saat itu. Kami masih terus berenang karena air kolam jadi terasa hangat.
Tapi air hujan yang dingin terus berjatuhan mengguyur seluruh kompleks atau bahkan satu kecamatan Paiton atau mungkin juga satu kota. Deras sekali dan kami tidak menghiraukannya karena keasyikan berenang. Tapi lama-lama tubuhku terasa menggigil kedinginan dan bibirku membiru gemeretak menahan dingin. Mama dan adik sudah mentas duluan dan mandi di shower room dengan air hangat. Tak tahan aku menahan dingin yang menusuk sampai tulang akhirnya kususul mama ke shower room untuk segera mandi dengan air hangat. Hujan masih terus turun belum ada tanda mau berhenti. Selesai mandi aku, adik dan mama duduk-duduk dulu di kafetaria dekat kolam sambil memesan kentang goreng dan nasi goreng. Karena lapar atau karena kedinginan yang bikin aku lahap sekali memakan hidangan yang ada sampai ludes.
Setelah menunggu hujan cukup lama dan nggak berhenti-berhenti akhirnya kami nekat pulang meski hujan belum reda. Suara adzan maghrib sudah berkumandang, pertanda hari sudah petang.
Besok paginya aku berangkat sekolah seperti biasa diantar mama. Pagi itu aku ngerasa badanku agak limbung dan aku minta dipakaikan jaket.
Usai pelajaran olahraga badanku terasa meriang dan suhu tubuhku tinggi. Lemas sekali rasanya tak berdaya. Oleh ustazah aku dibawa ke kasur kantin sekolahan disuruh istirahat. Akupun tertidur nggak ingat apa-apa. Tiba-tiba mamaku datang bersama ayah menjemputku ke sekolah. Dengan tubuh yang lemas tak berdaya aku digendong mama masuk mobil.
Sampai dirumah aku dikasih obat turun panas biasa. Mama khawatir sakitku karena kehujanan di kolam renang kemarin. Selain panas aku juga mencret-mencret beberapa kali.
Sorenya aku dibawa ke dokter anak,dr Made namanya. Karena datangnya sudah agak malam akhirnya aku mendapat urutan antrian nomor 15.
Jam 19.40 baru tiba giliranku diperiksa dokter. Kata dokter Made aku terkena infeksi pencernaan. Pak dokter memberiku beberapa resep obat untuk aku minum. Dan aku tidak boleh makan sayur dan buah dulu.
Duuh... nggak enak banget deh kalo sakit begini. Badan rasanya lemas, mulut terasa pahit dan nggak enak makan. Tidurpun sering mimpi yang aneh-aneh.
Ya Allah, kini aku tahu betapa kesehatan yang Engkau berikan begitu berharga dan tidak dapat digantikan oleh apapun.
Kuminum obat yang diberikan dokter dengan rutin sampai akhirnya aku merasakan badanku mulai membaik. Selama sakit aku nggak masuk sekolah. Hari Jumat ada ulangan 2 mata pelajaran, hari Sabtunya libur. Sampai hari Selasa aku baru masuk sekolah lagi.
Ya Allah lindungilah kami dari sakit, berikanlah selalu kesehatan kepada kami agar kami bisa beraktivitas seperti biasa. Terimakasih ya Allah yang sudah memberiku nikmat sehat.
Rabu, 27 Februari 2008
Kutulis namaku : TORA
Setiap kali ayah menyalakan komputer, setiap kali adik melihat, selalu saja adik minta main komputer juga. Duuhh...adik ini bener-bener nggak bisa lihat ayah lagi repot.
Dengan mimiknya yang memelas adik meminta ayah untuk menyerahkan mouse komputer.
" Adik au ambal ( Adik mau nggambar )" maksudnya mau nulis-nulis dengan "MIcrosoft Word''.
Sebelumnya dia udah diajari ngetik sama ayah huruf-huruf pakai Microsoft Word.
Tapi ya gitu deh...nulisnya nggak karuan, asal nulis dan nggak bisa dibaca.
Adik senang sekali kalau udah mencet tuts keyboard dan keluar hurufnya di layar monitor lalu dia akan teriak "hoyeee... adik bicaaa...."(hore adik bisa). Setelah huruf huruf nggak karuan itu muncul berderet-deret di monitor adik akan menghapusnya dengan memencet tombol 'Back Space' sampai tulisannya di monitor hilang semua. Pada saat tulisannya bergerak mundur sampai hilang adik akan membunyaikan suara seperti kereta api ''tut tuuut....". Dia pikir itu seperti kereta api yang sedang berjalan dan meninggalkan stasiun hihihihi......lucu sekali.
Adik udah mulai ngerti fungsi tuts pada keyboard. Tombol 'backspace' dia sudah hapal banget untuk menghapus tulisan.
Nah sekarang adik mau nulis namanya sendiri; TORA
Sambil dituntun huruf per huruf sama ayah adik menirukan dan mengikuti petunjuk itu.
T O R A akhirnya tersusun membentuk namanya sendiri.
" Dibaca dik! TORA, gitu!"
" TOLA !" ucapnya cadel.
Setelah bisa menulis namanya sendiri dia berulang - ulang ingin diajari nulis lagi.
T O R A tulisnya dengan bangga!
Mulai saat itu dia selalu ingin nulis namanya terus. Dia cari huruf T dulu lalu O ,kemudian R dan terakhir dan yang selalu kelupaan adalah huruf A.
Lama-lama tanpa bantuan dia mulai bisa menulis sendiri. Kemudian dengan lantang dia membacanya "TOLA!" (tora maksudnya, gitu lho)
Satu lagi keajaiban adikku bertambah, yaitu bisa menulis namanya sendiri walaupun cuma empat huruf.
Subhanallah.
Dengan mimiknya yang memelas adik meminta ayah untuk menyerahkan mouse komputer.
" Adik au ambal ( Adik mau nggambar )" maksudnya mau nulis-nulis dengan "MIcrosoft Word''.
Sebelumnya dia udah diajari ngetik sama ayah huruf-huruf pakai Microsoft Word.
Tapi ya gitu deh...nulisnya nggak karuan, asal nulis dan nggak bisa dibaca.
Adik senang sekali kalau udah mencet tuts keyboard dan keluar hurufnya di layar monitor lalu dia akan teriak "hoyeee... adik bicaaa...."(hore adik bisa). Setelah huruf huruf nggak karuan itu muncul berderet-deret di monitor adik akan menghapusnya dengan memencet tombol 'Back Space' sampai tulisannya di monitor hilang semua. Pada saat tulisannya bergerak mundur sampai hilang adik akan membunyaikan suara seperti kereta api ''tut tuuut....". Dia pikir itu seperti kereta api yang sedang berjalan dan meninggalkan stasiun hihihihi......lucu sekali.
Adik udah mulai ngerti fungsi tuts pada keyboard. Tombol 'backspace' dia sudah hapal banget untuk menghapus tulisan.
Nah sekarang adik mau nulis namanya sendiri; TORA
Sambil dituntun huruf per huruf sama ayah adik menirukan dan mengikuti petunjuk itu.
T O R A akhirnya tersusun membentuk namanya sendiri.
" Dibaca dik! TORA, gitu!"
" TOLA !" ucapnya cadel.
Setelah bisa menulis namanya sendiri dia berulang - ulang ingin diajari nulis lagi.
T O R A tulisnya dengan bangga!
Mulai saat itu dia selalu ingin nulis namanya terus. Dia cari huruf T dulu lalu O ,kemudian R dan terakhir dan yang selalu kelupaan adalah huruf A.
Lama-lama tanpa bantuan dia mulai bisa menulis sendiri. Kemudian dengan lantang dia membacanya "TOLA!" (tora maksudnya, gitu lho)
Satu lagi keajaiban adikku bertambah, yaitu bisa menulis namanya sendiri walaupun cuma empat huruf.
Subhanallah.
Senin, 25 Februari 2008
Jumat, 22 Februari 2008
Ke masjid bersama adik Tora.
Film kartun " Porky Pig" di TPI belum habis. Jam menunjukkan pukul 17.54 sore.
Suara adzan Maghrib dari masjid di kompleks perumahan memanggil-manggil supaya umat Islam segera mengerjakan kewajibannya menunaikan ibadah sholat Maghrib.
Ayah baru saja selesai mandi dan sudah mengambil air wudhu.
" Ke masjid yuk "
'' Iya , Yah tunggu sebentar ya." aku langsung mengambil air wudhu.
" Mbak ke masjid?" tanya adik dengan suara yang cadel dan lucu.
" Iya, adik di rumah aja ya sama mama. Nanti kalau udah besar boleh ikut. Adik nanti lari-lari di masjid terus jatuh gimana?"
" Adik ikut ya ke masjid."
" Tapi nggak boleh nakal lho. Nggak boleh lari-lari dan nggak boleh teriak-teriak ya?!"
" Ya!"
Adik dipakaikan topi haji warna putih sama mama, jadi kelihatan lebih cakep.
Setelah mengambil mukena kami berangkat berjalan kaki ke masjid yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah. Adik digendong ayah supaya cepat sampai karena waktu sholat sudah hampir tiba.
Di gendongan ayah berkali-kali aku ngingetin adik agar nanti tidak rewel saat sholat dan adik menjawab "iya". Soalnya kalau sholat di rumah adik suka rewel dan gangguin aku.
Masuk ke teras masjid adik kelihatan senang sekali. Wajahnya berbinar tersenyum - senyum menyaksikan banyak anak-anak yang ikut ke masjid bersama orangtuanya masing-masing. Ada juga yang datang sendiri tanpa ditemani orangtuanya.
Adik diturunkan dari gendongan ayah dan ikut sholat bersama aku dideretan belakang bersama makmum perempuan. Menunggu sholat mulai, adik kuperingatkan lagi agar tidak jalan-jalan dan teriak-teriak mengganggu orang sholat. Adik mengerti maksudku dan dia cuma main di sebelahku. Kadang dia memang masih suka berjalan kesana kemari tapi tidak jauh dariku.
Pak muadzin sudah membaca ikhomat, berarti sholat segera dimulai.
Aku langsung mengambil sikap berdiri dan mengikuti gerakan imam sampai sholat selesai.
Selama sholat maghrib berlangsung ternyata adik benar-benar menepati janjinya untuk tidak mengganggu orang yang lagi sholat.
Hari ini pertama kali adik ikut kami pergi ke masjid bersama. Sebelumnya memang dia selalu kepingin ikut, bahkan kadang sampai nangis segala minta ikut, tapi ayah selalu melarang karena takut adik rewel dan mengganggu kekhusyukan orang yang sedang di masjid.
Ternyata kali ini adik memberi kesan yang baik dan nggak nakal. Berarti besok-besok boleh ikut lagi ke masjid.
Suara adzan Maghrib dari masjid di kompleks perumahan memanggil-manggil supaya umat Islam segera mengerjakan kewajibannya menunaikan ibadah sholat Maghrib.
Ayah baru saja selesai mandi dan sudah mengambil air wudhu.
" Ke masjid yuk "
'' Iya , Yah tunggu sebentar ya." aku langsung mengambil air wudhu.
" Mbak ke masjid?" tanya adik dengan suara yang cadel dan lucu.
" Iya, adik di rumah aja ya sama mama. Nanti kalau udah besar boleh ikut. Adik nanti lari-lari di masjid terus jatuh gimana?"
" Adik ikut ya ke masjid."
" Tapi nggak boleh nakal lho. Nggak boleh lari-lari dan nggak boleh teriak-teriak ya?!"
" Ya!"
Adik dipakaikan topi haji warna putih sama mama, jadi kelihatan lebih cakep.
Setelah mengambil mukena kami berangkat berjalan kaki ke masjid yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah. Adik digendong ayah supaya cepat sampai karena waktu sholat sudah hampir tiba.
Di gendongan ayah berkali-kali aku ngingetin adik agar nanti tidak rewel saat sholat dan adik menjawab "iya". Soalnya kalau sholat di rumah adik suka rewel dan gangguin aku.
Masuk ke teras masjid adik kelihatan senang sekali. Wajahnya berbinar tersenyum - senyum menyaksikan banyak anak-anak yang ikut ke masjid bersama orangtuanya masing-masing. Ada juga yang datang sendiri tanpa ditemani orangtuanya.
Adik diturunkan dari gendongan ayah dan ikut sholat bersama aku dideretan belakang bersama makmum perempuan. Menunggu sholat mulai, adik kuperingatkan lagi agar tidak jalan-jalan dan teriak-teriak mengganggu orang sholat. Adik mengerti maksudku dan dia cuma main di sebelahku. Kadang dia memang masih suka berjalan kesana kemari tapi tidak jauh dariku.
Pak muadzin sudah membaca ikhomat, berarti sholat segera dimulai.
Aku langsung mengambil sikap berdiri dan mengikuti gerakan imam sampai sholat selesai.
Selama sholat maghrib berlangsung ternyata adik benar-benar menepati janjinya untuk tidak mengganggu orang yang lagi sholat.
Hari ini pertama kali adik ikut kami pergi ke masjid bersama. Sebelumnya memang dia selalu kepingin ikut, bahkan kadang sampai nangis segala minta ikut, tapi ayah selalu melarang karena takut adik rewel dan mengganggu kekhusyukan orang yang sedang di masjid.
Ternyata kali ini adik memberi kesan yang baik dan nggak nakal. Berarti besok-besok boleh ikut lagi ke masjid.
Rabu, 20 Februari 2008
Tom & Jerry
Aku kagum dan terheran- heran saat melihat adik main komputer. Umurnya baru 2 tahun 4 bulan tapi dia pintar sekali.
Adikku memang hebat!
Suatu ketika ayah mendapatkan game dari internet. Game itu didapat ayahku dengan mencari di Google dengan mengetik tulisan 'Tom & Jerry'. Setelah itu muncullah bermacam - macam alamat yang berhubungan dengan kata Tom & Jerry. Di deretan atas akan muncul alamat cartoonnetwork.com/game/action/tj..... Nah setelah di klik nanti akan muncul game yang seru. Yaitu tentang perseteruan antara dua makhluk yang nggak pernah akur dalam setiap filmnya yaitu Tom si Kucing dan Jerry si Tikus. Permainannya sangat gampang sekali. Kita bisa pilih mau jadi Tom atau Jerry. Kalau kita pilih sebagai Tom permainannya begini, Jerry akan menjatuhkan piring yang ditata berderet-deret sedangkan Tom harus menangkap piring-piring yang jatuh itu supaya tidak pecah.
Sedangkan pilihan kedua adalah sebagai Jerry si Tikus. Dalam permainan kedua ini si Tikus harus bisa berlari menyelamatkan diri dari kejaran Tom si Kucing sampai menemukan lubang tempat tinggalnya. Dalam usahanya berlari tikus tadi harus bisa menghindari berbagai benda yang menghalangi jalannya. Tingkat kesulitannya ada tiga level mulai easy,medium,hard.
Sedang asyik-asyiknya bermain tiba-tiba adik merengek minta ikutan main.
"mbak, aku mau main." ucapnya dengan suara yang cadel dan belum jelas.
"Emangnya adik bisa?"
Karena terus merengek akhirnya aku mengalah memberikan mouse komputer ke adik.
Masih di level easy.
Dan klik, klik, klik tangan adik memencet mouse kiri memainkan permainan itu.
Aku kaget dan heran dan tak menyangka ternyata adikku bisa memainkan game itu meski kalah dan si tikus tertangkap.
Tapi dia nggak mau nyerah, dia minta main lagi dengan permainan yang sama.
Tangan mungilnya terus memencet-mencet mouse seolah dia mengerti tugasnya untuk menyelamatkan Jerry tikus dari kejaran TomCat. Meski kali ini kalah lagi adik tetap mau main lagi. Dengan mimik muka yang serius dan konsentrasi penuh dia terus berusaha menyelamatkan Jerry dari kejaran TomCat sampai akhirnya si tikus berhasil memasuki lubang rumahnya!!
FINISH !!
"Horeeee adik menaaang." teriaknya girang.
Hebat!!!!
Luar biasa!!!!
Adikku memang hebat dan luar biasa!!
Meski permainannya sangat gampang tapi itu seharusnya bukan untuk seumuran adik.
Aku nggak percaya kalau adik ternyata bisa menyelesaikan permaian itu dengan sempurna.
Umurnya baru 2 tahun 4 bulan, tangannya belum sepenuhnya bisa memegang mouse komputer,
ngomongnya masih cadel dan belum jelas tapi ternyata dia mampu memainkan permainan yang seharusnya untuk anak TK.
Bagiku itu sangat luar biasa sekali.
Ya Allah terimakasih kau telah berikan aku adik yang lucu dan pinter walaupun kadang juga nakal suka gangguin aku.
Aku sayaaang banget sama adik Toraku.
Terimakasih ya ALLAH.
Adikku memang hebat!
Suatu ketika ayah mendapatkan game dari internet. Game itu didapat ayahku dengan mencari di Google dengan mengetik tulisan 'Tom & Jerry'. Setelah itu muncullah bermacam - macam alamat yang berhubungan dengan kata Tom & Jerry. Di deretan atas akan muncul alamat cartoonnetwork.com/game/action/tj..... Nah setelah di klik nanti akan muncul game yang seru. Yaitu tentang perseteruan antara dua makhluk yang nggak pernah akur dalam setiap filmnya yaitu Tom si Kucing dan Jerry si Tikus. Permainannya sangat gampang sekali. Kita bisa pilih mau jadi Tom atau Jerry. Kalau kita pilih sebagai Tom permainannya begini, Jerry akan menjatuhkan piring yang ditata berderet-deret sedangkan Tom harus menangkap piring-piring yang jatuh itu supaya tidak pecah.
Sedangkan pilihan kedua adalah sebagai Jerry si Tikus. Dalam permainan kedua ini si Tikus harus bisa berlari menyelamatkan diri dari kejaran Tom si Kucing sampai menemukan lubang tempat tinggalnya. Dalam usahanya berlari tikus tadi harus bisa menghindari berbagai benda yang menghalangi jalannya. Tingkat kesulitannya ada tiga level mulai easy,medium,hard.
Sedang asyik-asyiknya bermain tiba-tiba adik merengek minta ikutan main.
"mbak, aku mau main." ucapnya dengan suara yang cadel dan belum jelas.
"Emangnya adik bisa?"
Karena terus merengek akhirnya aku mengalah memberikan mouse komputer ke adik.
Masih di level easy.
Dan klik, klik, klik tangan adik memencet mouse kiri memainkan permainan itu.
Aku kaget dan heran dan tak menyangka ternyata adikku bisa memainkan game itu meski kalah dan si tikus tertangkap.
Tapi dia nggak mau nyerah, dia minta main lagi dengan permainan yang sama.
Tangan mungilnya terus memencet-mencet mouse seolah dia mengerti tugasnya untuk menyelamatkan Jerry tikus dari kejaran TomCat. Meski kali ini kalah lagi adik tetap mau main lagi. Dengan mimik muka yang serius dan konsentrasi penuh dia terus berusaha menyelamatkan Jerry dari kejaran TomCat sampai akhirnya si tikus berhasil memasuki lubang rumahnya!!
FINISH !!
"Horeeee adik menaaang." teriaknya girang.
Hebat!!!!
Luar biasa!!!!
Adikku memang hebat dan luar biasa!!
Meski permainannya sangat gampang tapi itu seharusnya bukan untuk seumuran adik.
Aku nggak percaya kalau adik ternyata bisa menyelesaikan permaian itu dengan sempurna.
Umurnya baru 2 tahun 4 bulan, tangannya belum sepenuhnya bisa memegang mouse komputer,
ngomongnya masih cadel dan belum jelas tapi ternyata dia mampu memainkan permainan yang seharusnya untuk anak TK.
Bagiku itu sangat luar biasa sekali.
Ya Allah terimakasih kau telah berikan aku adik yang lucu dan pinter walaupun kadang juga nakal suka gangguin aku.
Aku sayaaang banget sama adik Toraku.
Terimakasih ya ALLAH.
Senin, 18 Februari 2008
Taman Safari, Prigen, Pasuruan
Waaahh...seru banget deh kemarin. Pas ayahku libur kerja di hari Minggu pula, bangun tidur terus sholat subuh jam 6 (sholat duha kalee...) habis itu mandi dan sarapan. Tiba-tiba ayah bilang mau ngajak jalan - jalan. "Mau kemana sih, Yah ?" tanyaku. Ayah masih nggak mau bilang mau kemana. Tapi aku terus penasaran mau tahu kemana sebenarnya ayahku mau ngajak aku pergi. Dua sepeda mini punyaku dan punya adik sudah dimasukkan mobil. Baju ganti dan sedikit makanan kecil juga udah dibawa. Tapi aku masih belum tahu mau diajak kemana. Adikku yang lucu sibuk dengan mainan mobil-mobilannya minta dibawa juga. Setelah semua lengkap (aku,adik, mama, dan sopirnya yaitu ayahku) mobil meluncur menuju arah barat dari tempat tinggal kami di Paiton.
Dalam perjalanan aku tanyakan lagi sama ayah dan mama, '' Yah, kita mau jalan-jalan kemana sih"
" Siapa pingin lihat gajah?" tanya ayahku tanpa aku mengerti maksudnya.
" Sayaaa...!!" jawabku kompak bersamaan dengan adik.
" Siapa mau lihat macan?"
" Sayaaaa...!!"
" Siapa pingin ke Taman Safari?"
" Sayaaaaaaa..........." teriakku bersama adik kegirangan.
Mobil ayah berjalan terasa sangat lambat dan nggak nyampai- nyampai. Aku sudah nggak sabar pingin lihat binatang-binatang liar yang dilepas bebas di taman safari sana.
Aku sih sebenarnya sudah pernah ke Taman Safari, tapi itu dulu waktu adik belum lahir. Mungkin sudah 3 tahun lalu terakhir aku ke sana sama mbah Kakung dan mbah Ti. Dan lagi waktu itu aku juga belum ngerti bener tentang binatang-binatang. Aku ingat juga waktu itu aku masih penakut banget.
Ditawari naik kuda poni yang kecil saja aku malah nagis ketakutan. Meski aku takut tapi aku berani lho foto sama anak macan. Sampai sekarang fotonya masih ada dan masih kusimpan.
Aku digendong mbah Ti dan mama menggendong macannya.
Mobil terus meluncur arah barat kota Probolinggo yaitu menuju kota Pasuruan, entah sampai dimana tiba-tiba aku sudah tertidur dalam mobil yang dingin karena udara AC. Adik juga bobo' dipangkuan mama.
" Tika, bangun sayang kita sudah sampai nih" suara mamaku membangunkan aku dari tidur lelapku. Masih aras-arasen untuk beranjak dari bangku mobil yang empuk. Aku mencari-cari kedua sandalku dibawah jok, ketemu.
Kulihat keluar begitu sejuk dan rindang. Banyak pepohonan besar yang sangat rindang dan tanaman - tanaman hias yang ditata rapi di area parkir bus pengantar wisatawan.
Aku mulai ingat kalau dulu aku juga pernah berfoto bersama ayah, mama, mbah Kakung, dan mbah Ti di ruang tunggu bus itu.
Cuaca mendung dan sejuk sekali udaranya. Bersih dan segar tidak ada polusi.
Tapi dimana binatang-binatangnya ya? Kok dari tadi aku nggak lihat seekor binatangpun.
Adik nampak senang sekali melihat bus yang diparkir berderet- deret antri mau mengantar wisatawan yang datang. Bus-bus itu dicat warna loreng seperi harimau tapi warna yang dipakai cuma hijau sama putih dan sedikit warna hitam.
Setelah parkir sebentar mobil mulai dijalankan lagi sama ayah menuju ke pintu masuk Kawasan Amerika. Tapi sebelumnya petugas memeriksa karcis sambil menawarkan wortel buat ngasih makan binatang. Sebuah gerbang dari kayu yang sangat besar dan tinggi terbentang didepan seperti mau memasuki Taman Jurassic yang pernah kulihat di film-film.
Lalu muncul beberapa binatang yang mirip onta tapi agak kecil dan berbulu tebal seperti domba.Ada yang berwarna coklat, dan ada juga yang belang putih hitam kecoklatan. Kata mama itu namanya Llama. Binatang itu mendekati jendela mobil kami sambil mengendus-endus kaca jendela.
"aaa......akuuttt......" tiba - tiba adik berterik sambil belingsatan kesana kemari mencari perlindungan karena takutnya.
"hehehehe......" kami semua tertawa melihat tingkahnya yang lucu itu.
Setiap binatang itu mendekat adik langsung berteriak dengan bahasa yang belum jelas benar
" ayo yaaah jalaann"
" adik akuut yaahhh..."
Apalgi waktu aku ngasih makan wortel dan membuka kaca jendela, dia bingung banget nyari tempat yang aman, sambil ketakutan dia ngomel " mbaak, tutup endelanya anti acuk...."(mbak tutup jendelanya nanti masuk) lucu banget deh.
Akhirnya mobil muali jalan lagi dan dia mulai agak tenang karena tidak ada binatang yang mendekati kaca jendela.
Di setiap perjalanan kami berhenti sebentar untuk sekedar mengambil foto dan melihat - lihat tingkah para hewan liar itu.
Aku seneng banget bisa melihat-lihat semua binatang - binatang itu. Karena biasanya kan semua cuma bisa aku lihat di TV tapi sekarang aku bisa melihatnya langsung disini.
Ternyata macan, gajah, badak,dan semuanya itu sangat lucu tapi juga menakutkan.
Mereka hidup berkelompok - kelompok dengan jenisnya masing-masing.
Pas melewati kawasan gajah tiba-tiba kulihat dari dalam mobil, sebuah mobil Innova hitam didepanku ada yang melempar sesuatu ke kawanan gajah yang sedang berkerumun itu. Rupanya plastik bungkus minuman atau makanan kemasan.
Petugas yang sedang berjaga mengetahui hal itu langsung berlari menuju barang yang dilempar itu tapi terlambat, si gajah sudah menelan barang tersebut dan nggak bisa diambil lagi oleh sang penjaga. Sementara mobil Innova hitam itu langsung kabur meneruskan perjalanan agak sedikit terburu-buru. Mungkin dia juga takut dimarahi sama petugasnya.
Perjalanan di taman safari berakhir di kawasan Afrika.
Sebelum menuju pintu keluar mobil melewati kawasan kuda nil yang suka berendam di air. Mungkin jalannya sengaja dibuat terendam air setinggi kurang lebih 10-20 cm dan disebelah kanan jalan ada 4 ekor kuda nil yang sedang berendam di air.
Begitu melihat binatang itu tepat berada dipinggir jalan aku langsung takut dan meminta ayah untuk memundurkan mobil saja. Adik nggak kalah takut dia berjingkat-jingkat sambil teriak minta mundur. Lucu banget tingkahnya. Hampir menangis dia meminta ayah untuk memundurkan mobil. Wajahnya menunjukkan ketakutan yang amat sangat dan kami berusaha menenangkannya dengan membujuknya untuk tetap tenang.
Tapi ayahku terus memajukan mobil pelan-pelan karena memang itu jalan satu-satunya menuju pintu keluar. Dan akhirnya semua bisa selamat melewati kubangan kuda nil yang besarnya seperti kerbau itu.
Setelah keluar dari kawasan binatang-binatang kami mencari lokasi mushola untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yaitu sholat dhuhur, karena hari sudah siang dan jam menunjukkan pukul 12.45 siang. Aku sholat duluan sama ayah sedangkan mama sama adik nungguin di mobil sambil makan-makanan yang kami bawa dari rumah.
Selesai sholat aku dan ayah kembali ke tempat parkir mobil. Sepeda mini yang kami bawa sudah dikeluarkan dari dalam mobil. Dibawah pepohonan yang hijau dan sejuk aku dan adik bersepeda ria di area parkir yang luas sambil nungguin mama yang gantian sholat. Setelah puas bersepeda kami menuju ke arena permainan di kawasan tersebut.
Kendaraan diparkir diatas dekat baby zoo. Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang, saatnya pertunjukan burung dimulai. Sebelum menuju ke tempat pentas burung kami berfoto-foto dulu di jembatan gantung yang dibawahnya terdapat beberapa ekor buaya yang cukup besar hiiii....ngeriiii.....
Pertunjukan pun dimulai. Kami duduk di deretan paling depan. Ditengah acara berlangsung tiba-tiba datang seorang laki-laki agak tua dan bertopi duduk disamping ayahku sambil menghisap rokok. Uh, sebel banget deh. Asapnya yang bikin sesak dan batuk menyebar kemuka ayahku dan mengganggu kenyamanan kami menonton acara yang sedang berlangsung.
Karena tak tahan dengan bau asap itu aku dan ayah pindah tempat duduk di deretan belakang dan agak jauh dari orang itu. Lumayan sekarang sudah bisa bernapas dengan lega.
Pertujukan burung hanya beberapa menit saja, setelah itu ganti pertunjukan bianatang buas macan dan singa di arena sebelah utara.
Setelah menunggu agak lama akhirnya pertunjukan dimulai. Adegan dibikin seperti sebuah drama dengan cerita seorang penebang hutan yang beralih pekerjaan sebagai pemburu dan kemudian bertobat menjadi penyayang binatang.
Pertunjukan yang ditampilkan sangat lucu dan menghibur sekali. Hebat, kok berani sih orang itu bermain-main dengan binatang buas seperti harimau dan singa itu.
Harimaunya juga pinter banget, dia bisa melakukan pekerjaan bermain sandiwara itu dengan bagus. Dalam hati aku bertanya-tanya, gimana cara nglatih binatang-binatang buas itu ya?
Dalam perjalanan aku tanyakan lagi sama ayah dan mama, '' Yah, kita mau jalan-jalan kemana sih"
" Siapa pingin lihat gajah?" tanya ayahku tanpa aku mengerti maksudnya.
" Sayaaa...!!" jawabku kompak bersamaan dengan adik.
" Siapa mau lihat macan?"
" Sayaaaa...!!"
" Siapa pingin ke Taman Safari?"
" Sayaaaaaaa..........." teriakku bersama adik kegirangan.
Mobil ayah berjalan terasa sangat lambat dan nggak nyampai- nyampai. Aku sudah nggak sabar pingin lihat binatang-binatang liar yang dilepas bebas di taman safari sana.
Aku sih sebenarnya sudah pernah ke Taman Safari, tapi itu dulu waktu adik belum lahir. Mungkin sudah 3 tahun lalu terakhir aku ke sana sama mbah Kakung dan mbah Ti. Dan lagi waktu itu aku juga belum ngerti bener tentang binatang-binatang. Aku ingat juga waktu itu aku masih penakut banget.
Ditawari naik kuda poni yang kecil saja aku malah nagis ketakutan. Meski aku takut tapi aku berani lho foto sama anak macan. Sampai sekarang fotonya masih ada dan masih kusimpan.
Aku digendong mbah Ti dan mama menggendong macannya.
Mobil terus meluncur arah barat kota Probolinggo yaitu menuju kota Pasuruan, entah sampai dimana tiba-tiba aku sudah tertidur dalam mobil yang dingin karena udara AC. Adik juga bobo' dipangkuan mama.
" Tika, bangun sayang kita sudah sampai nih" suara mamaku membangunkan aku dari tidur lelapku. Masih aras-arasen untuk beranjak dari bangku mobil yang empuk. Aku mencari-cari kedua sandalku dibawah jok, ketemu.
Kulihat keluar begitu sejuk dan rindang. Banyak pepohonan besar yang sangat rindang dan tanaman - tanaman hias yang ditata rapi di area parkir bus pengantar wisatawan.
Aku mulai ingat kalau dulu aku juga pernah berfoto bersama ayah, mama, mbah Kakung, dan mbah Ti di ruang tunggu bus itu.
Cuaca mendung dan sejuk sekali udaranya. Bersih dan segar tidak ada polusi.
Tapi dimana binatang-binatangnya ya? Kok dari tadi aku nggak lihat seekor binatangpun.
Adik nampak senang sekali melihat bus yang diparkir berderet- deret antri mau mengantar wisatawan yang datang. Bus-bus itu dicat warna loreng seperi harimau tapi warna yang dipakai cuma hijau sama putih dan sedikit warna hitam.
Setelah parkir sebentar mobil mulai dijalankan lagi sama ayah menuju ke pintu masuk Kawasan Amerika. Tapi sebelumnya petugas memeriksa karcis sambil menawarkan wortel buat ngasih makan binatang. Sebuah gerbang dari kayu yang sangat besar dan tinggi terbentang didepan seperti mau memasuki Taman Jurassic yang pernah kulihat di film-film.
Lalu muncul beberapa binatang yang mirip onta tapi agak kecil dan berbulu tebal seperti domba.Ada yang berwarna coklat, dan ada juga yang belang putih hitam kecoklatan. Kata mama itu namanya Llama. Binatang itu mendekati jendela mobil kami sambil mengendus-endus kaca jendela.
"aaa......akuuttt......" tiba - tiba adik berterik sambil belingsatan kesana kemari mencari perlindungan karena takutnya.
"hehehehe......" kami semua tertawa melihat tingkahnya yang lucu itu.
Setiap binatang itu mendekat adik langsung berteriak dengan bahasa yang belum jelas benar
" ayo yaaah jalaann"
" adik akuut yaahhh..."
Apalgi waktu aku ngasih makan wortel dan membuka kaca jendela, dia bingung banget nyari tempat yang aman, sambil ketakutan dia ngomel " mbaak, tutup endelanya anti acuk...."(mbak tutup jendelanya nanti masuk) lucu banget deh.
Akhirnya mobil muali jalan lagi dan dia mulai agak tenang karena tidak ada binatang yang mendekati kaca jendela.
Di setiap perjalanan kami berhenti sebentar untuk sekedar mengambil foto dan melihat - lihat tingkah para hewan liar itu.
Aku seneng banget bisa melihat-lihat semua binatang - binatang itu. Karena biasanya kan semua cuma bisa aku lihat di TV tapi sekarang aku bisa melihatnya langsung disini.
Ternyata macan, gajah, badak,dan semuanya itu sangat lucu tapi juga menakutkan.
Mereka hidup berkelompok - kelompok dengan jenisnya masing-masing.
Pas melewati kawasan gajah tiba-tiba kulihat dari dalam mobil, sebuah mobil Innova hitam didepanku ada yang melempar sesuatu ke kawanan gajah yang sedang berkerumun itu. Rupanya plastik bungkus minuman atau makanan kemasan.
Petugas yang sedang berjaga mengetahui hal itu langsung berlari menuju barang yang dilempar itu tapi terlambat, si gajah sudah menelan barang tersebut dan nggak bisa diambil lagi oleh sang penjaga. Sementara mobil Innova hitam itu langsung kabur meneruskan perjalanan agak sedikit terburu-buru. Mungkin dia juga takut dimarahi sama petugasnya.
Perjalanan di taman safari berakhir di kawasan Afrika.
Sebelum menuju pintu keluar mobil melewati kawasan kuda nil yang suka berendam di air. Mungkin jalannya sengaja dibuat terendam air setinggi kurang lebih 10-20 cm dan disebelah kanan jalan ada 4 ekor kuda nil yang sedang berendam di air.
Begitu melihat binatang itu tepat berada dipinggir jalan aku langsung takut dan meminta ayah untuk memundurkan mobil saja. Adik nggak kalah takut dia berjingkat-jingkat sambil teriak minta mundur. Lucu banget tingkahnya. Hampir menangis dia meminta ayah untuk memundurkan mobil. Wajahnya menunjukkan ketakutan yang amat sangat dan kami berusaha menenangkannya dengan membujuknya untuk tetap tenang.
Tapi ayahku terus memajukan mobil pelan-pelan karena memang itu jalan satu-satunya menuju pintu keluar. Dan akhirnya semua bisa selamat melewati kubangan kuda nil yang besarnya seperti kerbau itu.
Setelah keluar dari kawasan binatang-binatang kami mencari lokasi mushola untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yaitu sholat dhuhur, karena hari sudah siang dan jam menunjukkan pukul 12.45 siang. Aku sholat duluan sama ayah sedangkan mama sama adik nungguin di mobil sambil makan-makanan yang kami bawa dari rumah.
Selesai sholat aku dan ayah kembali ke tempat parkir mobil. Sepeda mini yang kami bawa sudah dikeluarkan dari dalam mobil. Dibawah pepohonan yang hijau dan sejuk aku dan adik bersepeda ria di area parkir yang luas sambil nungguin mama yang gantian sholat. Setelah puas bersepeda kami menuju ke arena permainan di kawasan tersebut.
Kendaraan diparkir diatas dekat baby zoo. Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang, saatnya pertunjukan burung dimulai. Sebelum menuju ke tempat pentas burung kami berfoto-foto dulu di jembatan gantung yang dibawahnya terdapat beberapa ekor buaya yang cukup besar hiiii....ngeriiii.....
Pertunjukan pun dimulai. Kami duduk di deretan paling depan. Ditengah acara berlangsung tiba-tiba datang seorang laki-laki agak tua dan bertopi duduk disamping ayahku sambil menghisap rokok. Uh, sebel banget deh. Asapnya yang bikin sesak dan batuk menyebar kemuka ayahku dan mengganggu kenyamanan kami menonton acara yang sedang berlangsung.
Karena tak tahan dengan bau asap itu aku dan ayah pindah tempat duduk di deretan belakang dan agak jauh dari orang itu. Lumayan sekarang sudah bisa bernapas dengan lega.
Pertujukan burung hanya beberapa menit saja, setelah itu ganti pertunjukan bianatang buas macan dan singa di arena sebelah utara.
Setelah menunggu agak lama akhirnya pertunjukan dimulai. Adegan dibikin seperti sebuah drama dengan cerita seorang penebang hutan yang beralih pekerjaan sebagai pemburu dan kemudian bertobat menjadi penyayang binatang.
Pertunjukan yang ditampilkan sangat lucu dan menghibur sekali. Hebat, kok berani sih orang itu bermain-main dengan binatang buas seperti harimau dan singa itu.
Harimaunya juga pinter banget, dia bisa melakukan pekerjaan bermain sandiwara itu dengan bagus. Dalam hati aku bertanya-tanya, gimana cara nglatih binatang-binatang buas itu ya?
Minggu, 03 Februari 2008
Liburan sekolah
Tanggal 21 Januari sampai tanggal 3 Februari aku libur sekolah.
Liburanku kali ini aku nggak pergi kemana-mana, soalnya di kompleks perumahanku temen-temanku juga nggak ada yang pergi. Jadi suasana di rumah ramai banget.
untuk mengisi liburan aku sama ayah diajak renang di kolam renang kompleks IPMOMI.
Kebetulan kolam renangnya baru direnovasi. Suasananya jadi lebih bagus dan indah.
Lantai tepi kolamnya diganti dengan batu paras yang dipadu dengan batu-batuan alam yang ditata artistik seperti suasana di hotel berbintang. Tempat mandinya juga tak kalah bagus, keramiknya semua diganti dengan batu paras berwarna coklat muda sehingga nampak alami. Ditambah lagi di utara kolam renang dipajang patung kodok dan ikan berjajar tiga yang dari mulutnya bisa memancarkan air sejauh 3 meteran.
Ada lagi yang menambah menarik pemandangan ketika malam atau senja tiba, yaitu tiga buah lampu hias di tepi utara dan selatan yang temaram karena terlindungi oleh kotak kaca berwarna putih dove yang dijajar rapi.
Aku seneng banget bisa berenang lagi setelah beberapa bulan lalu kolam ini tidak boleh dipakai karena masih dalam perbaikan. Adik juga ikut berenang. Adikku juga senang sekali kalau diajak berenang. Tapi adik nggak boleh lama-lama karena kalau kelamaan dia bisa kedinginan dan sakit. Hampir tiap sore aku dan ayah pergi berenang.
Nggak terasa besok sudah hari Senin tanggal 4 Februari, berarti aku harus mulai masuk sekolah lagi. Artinya aku harus kembali menjalani hari-hariku dengan belajar dan belajar.
Yah itu memang tugasku sebagai anak,siswa dan juga generasi muda. Belajar, belajar, dan belajar.
Liburanku kali ini aku nggak pergi kemana-mana, soalnya di kompleks perumahanku temen-temanku juga nggak ada yang pergi. Jadi suasana di rumah ramai banget.
untuk mengisi liburan aku sama ayah diajak renang di kolam renang kompleks IPMOMI.
Kebetulan kolam renangnya baru direnovasi. Suasananya jadi lebih bagus dan indah.
Lantai tepi kolamnya diganti dengan batu paras yang dipadu dengan batu-batuan alam yang ditata artistik seperti suasana di hotel berbintang. Tempat mandinya juga tak kalah bagus, keramiknya semua diganti dengan batu paras berwarna coklat muda sehingga nampak alami. Ditambah lagi di utara kolam renang dipajang patung kodok dan ikan berjajar tiga yang dari mulutnya bisa memancarkan air sejauh 3 meteran.
Ada lagi yang menambah menarik pemandangan ketika malam atau senja tiba, yaitu tiga buah lampu hias di tepi utara dan selatan yang temaram karena terlindungi oleh kotak kaca berwarna putih dove yang dijajar rapi.
Aku seneng banget bisa berenang lagi setelah beberapa bulan lalu kolam ini tidak boleh dipakai karena masih dalam perbaikan. Adik juga ikut berenang. Adikku juga senang sekali kalau diajak berenang. Tapi adik nggak boleh lama-lama karena kalau kelamaan dia bisa kedinginan dan sakit. Hampir tiap sore aku dan ayah pergi berenang.
Nggak terasa besok sudah hari Senin tanggal 4 Februari, berarti aku harus mulai masuk sekolah lagi. Artinya aku harus kembali menjalani hari-hariku dengan belajar dan belajar.
Yah itu memang tugasku sebagai anak,siswa dan juga generasi muda. Belajar, belajar, dan belajar.
Kamis, 31 Januari 2008
GONDONGEN
Aku nggak tahu nama penyakit 'gondongen' dalam bahasa Indonesia?
Kalo orang Jawa pasti tahu yang namanya gondongen. Gondongen atau bengok adalah suatu penyakit berjangkit /mewabah yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja usia 2 tahun keatas, untuk bayi biasanya kebal. Penyakit gondongen disebabkan oleh : Virus yang menyerang " kelenjar-kelenjar parotis " yang terletak pada tiap-tiap sisi muka tepat dibawah dan didepan telinga.
Itulah yang dialami dikTora sekarang ini. Di lehernya sebelah kanan, tepatnya dibawah telinga kanan terdapat bengkak yang disebut gondongen. Pertama kali muncul memang nggak terlalu besar dan dia sering ngeluh sakit. Tapi pada waktu itu kami tidak ada yang memahami keluhan sakitnya. Setiap ditanya "mana yang sakit?" dia menunjuk di bagian bawah telinga kanannya.
Usia yang masih sangat kecil 2,4 tahun, halangan baginya untuk mendiskripsikan rasa sakit yang dideritanya. Dia nggak bisa menjelaskan rasa sakit yang dia alami saat itu. Sesekali dia menangis yang kami pikir dia minta susu seperti biasanya. Tapi masih saja dia nangis dan kami nggak tahu harus berbuat apa. Kemudian kami periksa rongga mulutnya. Kami periksa satu-satu bagian dalam gusi dan giginya jangan-jangan ada yang luka sehingga menyebabkan sariawan di mulutnya yang mungil itu. Ternyata tidak ada yang luka.
Suatu sore saat kami jalan-jalan ke lapangan kompleks perumahan buat nonton anak-anak yang latihan sepak bola, ayahku melihat sesuatu yang lain di daerah leher kanan adik.
Kelihatan sekali bengkak di leher kanannya yang selama ini ia keluhkan. Dan kami langsung tahu kalo itu adalah gondongen.
Memang adik kalo lagi marah, ngambek, jengkel suka sekali berbicara sambil ngotot, atau teriak-teriak sampai urat lehernya kelihatan. Ditambah lagi akhir-akhir ini dia nggak pernah mau berhenti bersepeda ria. Mungkin itu dia penyebabnya. Kecapek'an sehingga daya tahan tubuhnya menurun.
Dan tahu nggak obat gondongen yang mujarab menurut versi Jawa?
Adalah buah pace/mengkudu/bentis yang dijadikan obat penyembuh gondongen. Caranyapun bukan dikonsumsi seperti obat-obat pada umumya, melainkan dijadikan kalung untuk digantungkan di leher si sakit. Nggak perlu terlalu besar dan juga nggak usah banyak-banyak cukup satu buah kecil lalu dipasangi tali dan jadilah sebuah kalung bermata mengkudu.
Percaya atau tidak setelah memakai kalung ini selama beberapa hari saja gondongen akan sembuh dengan sendirinya. Wallahualam....
Kalo orang Jawa pasti tahu yang namanya gondongen. Gondongen atau bengok adalah suatu penyakit berjangkit /mewabah yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja usia 2 tahun keatas, untuk bayi biasanya kebal. Penyakit gondongen disebabkan oleh : Virus yang menyerang " kelenjar-kelenjar parotis " yang terletak pada tiap-tiap sisi muka tepat dibawah dan didepan telinga.
Itulah yang dialami dikTora sekarang ini. Di lehernya sebelah kanan, tepatnya dibawah telinga kanan terdapat bengkak yang disebut gondongen. Pertama kali muncul memang nggak terlalu besar dan dia sering ngeluh sakit. Tapi pada waktu itu kami tidak ada yang memahami keluhan sakitnya. Setiap ditanya "mana yang sakit?" dia menunjuk di bagian bawah telinga kanannya.
Usia yang masih sangat kecil 2,4 tahun, halangan baginya untuk mendiskripsikan rasa sakit yang dideritanya. Dia nggak bisa menjelaskan rasa sakit yang dia alami saat itu. Sesekali dia menangis yang kami pikir dia minta susu seperti biasanya. Tapi masih saja dia nangis dan kami nggak tahu harus berbuat apa. Kemudian kami periksa rongga mulutnya. Kami periksa satu-satu bagian dalam gusi dan giginya jangan-jangan ada yang luka sehingga menyebabkan sariawan di mulutnya yang mungil itu. Ternyata tidak ada yang luka.
Suatu sore saat kami jalan-jalan ke lapangan kompleks perumahan buat nonton anak-anak yang latihan sepak bola, ayahku melihat sesuatu yang lain di daerah leher kanan adik.
Kelihatan sekali bengkak di leher kanannya yang selama ini ia keluhkan. Dan kami langsung tahu kalo itu adalah gondongen.
Memang adik kalo lagi marah, ngambek, jengkel suka sekali berbicara sambil ngotot, atau teriak-teriak sampai urat lehernya kelihatan. Ditambah lagi akhir-akhir ini dia nggak pernah mau berhenti bersepeda ria. Mungkin itu dia penyebabnya. Kecapek'an sehingga daya tahan tubuhnya menurun.
Dan tahu nggak obat gondongen yang mujarab menurut versi Jawa?
Adalah buah pace/mengkudu/bentis yang dijadikan obat penyembuh gondongen. Caranyapun bukan dikonsumsi seperti obat-obat pada umumya, melainkan dijadikan kalung untuk digantungkan di leher si sakit. Nggak perlu terlalu besar dan juga nggak usah banyak-banyak cukup satu buah kecil lalu dipasangi tali dan jadilah sebuah kalung bermata mengkudu.
Percaya atau tidak setelah memakai kalung ini selama beberapa hari saja gondongen akan sembuh dengan sendirinya. Wallahualam....
Minggu, 27 Januari 2008
Sabtu, 26 Januari 2008
Jumat, 25 Januari 2008
Adik Tora dan sepeda roda empat
Nih adikku si Tora yang lucu dan bandel. Bikin gemes deh kalo lihat tingkahnya. Aktif banget anaknya.Tapi maemnya susah sekali. Tiap hari maunya cuma mimik susu.
Kemarin dia seneng banget bisa naik sepeda roda dua dengan dibantu dua buah roda kecil disamping. Jadi sebenarnya rodanya ada empat. Saking senengnya dia sampai nggak mau disuruh berhenti naik sepeda. Kalau disuruh berhenti dia langsung mengeluarkan ajian pamungkasnya. Apalagi kalau bukan nangis sambil berguling-guling di lantai. Bandel banget deh. Tapi juga lucu.
Mulai pagi dia bersemangat sekali menaiki sepeda roda empatnya. Siang yang panas tidak menyurutkan niatnya untuk bersepeda ria meskipun kakinya belum nyampai bener mengayuh pedal sepeda. Pintar juga dia minta topi supaya nggak kepanasan. Pokoknya dia nggak mau turun dari sadel sepeda.
Besoknya ada yang aneh pada diri adikku ini. Sudah beberapa kali dia pipis nggak seperti hari-hari biasanya. Sebentar - sebentar ngompol di celana. Ditambah lagi kalo habis buang air besar dia nggak mau anusnya disentuh buat dibersihkan dan langsung menangis kesakitan. Repot juga nih, gimana membersihkan kotorannya? Akhirnya dia mau nurut dengan cara disemprot pakai air kran sampai benar-benar bersih. Setelah diperiksa.....masyaallah, ternyata diselangkangannya terdapat luka lecet akibat gesekan dengan sadel sepeda.
Dasar bandel, dalam kondisi seperti itu dia masih saja nekat mau naik sepeda lagi. Tapi kali ini dia nggak berani naik lagi karena rasa sakit diselangkangannya belum hilang benar. Dia cuma memutar-mutar roda sepeda dengan memainkan pedalnya pakai tangan. Kasihan sekali adik, kesenangannya harus tertunda dulu.
Ah..adik, sepertinya kamu harus bersabar dulu untuk segera bisa naik sepeda.
Kamis, 24 Januari 2008
Paiton di kala senja
.jpg)
Assalamualaikum,
Tika nama panggilanku, kalo adikku biasa dipanggil Tora.
Kami tinggal di sebuah kompleks perumahan yang berada di desa Paiton.
Kalian pernah mendengar nama Paiton kan?
Kalau mendengar nama Paiton, pasti deh langsung ingat sama sebuah pembangkit listrik yang berbahan bakar batubara di tepi pantai utara. Letaknya di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Betul sekali, disana memang tempat berdirinya PLTU Paiton.
Dan ayahku juga bekerja disana. Aku sering diajak ayahku ke tempat kerjanya. Tempatnya luas sekali. Di sana bisa kulihat batubara yang terhampar luas ditimbun tinggi sekali seperti gunung anakan yang berwarna hitam pekat mirip tumpukan berton-ton pasir. Baunya serupa bau aspal.
Ada dermaga yang sangat panjang menjorok ke tengah laut di tepi pantai yang biru. Kapal-kapal tongkang pengangkut batubara dari pulau Kalimantan siap bersandar berderet-deret untuk memasok bahan bakar PLTU Paiton ini. Perahu nelayan juga banyak yang mondar-mandir mencari ikan di laut, menambah indahnya pemandangan.
Dari dermaga kita bisa melihat cerobong asap PLTU paiton yang berdiri tinggi menjulang memancarkan cahaya seperti kilat yang berkilauan dari lampu-lampu yang terpasang di sepanjang tubuh cerobong itu. Seperti sebuah mercu suar yang menjadi penunjuk arah bagi para pelaut yang sedang berlayar.
Pemandangan disana sangat bagus, apalagi kalau di malam hari. Menjadi lebih indah karena lampu - lampu PLTU menyala terang seperti sebuah pertokoan besar yang sedang buka pada malam hari.
Kalo kalian pingin kesana silahkan saja hubungi aku, biar nanti aku temani jalan-jalan.
Oke aku tunggu ya di Paiton, daaa.......
Langganan:
Postingan (Atom)



